BLORA, INFOMURIA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memprioritaskan sejumlah program strategis untuk memperkuat infrastruktur daerah. Fokus utamanya mencakup pemeliharaan jalan, pengajuan program Inpres Jalan Daerah (IJD), hingga penanganan banjir di wilayah Cepu, Kamis (25/6).
“Langkah awal yang akan dipercepat, yakni pemeliharaan jalan serta pelaksanaan berbagai proyek yang saat ini telah memasuki tahap persiapan lelang. Kegiatan di PUPR sudah masuk ke UKPBJ. Saat ini masih dalam tahap persiapan lelang. Harapan kami mulai Juli 2026 sudah kontrak sehingga pekerjaan fisik bisa segera dilaksanakan,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora Nidzamudin Al Hudda.
Pada 2026, Dinas PUPR Blora mengalokasikan anggaran sekitar Rp27,7 miliar untuk penanganan jalan dan jembatan. Namun, besaran anggaran tersebut dinilai masih belum sebanding dengan kebutuhan penanganan infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah.
“Anggaran kita terbatas dibanding panjang ruas jalan yang harus ditangani. Karena itu kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat menjadi sangat penting,” ujar Nidzamudin.
Terkait ruas jalan Randublatung-Getas yang menjadi akses penghubung menuju Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada tahun ini hanya dilakukan pemeliharaan rutin karena kondisi jalan secara umum masih baik. Ruas tersebut sebelumnya telah tuntas dibangun melalui Program Inpres Jalan tahun 2023 dengan total anggaran sekitar Rp53,7 miliar.
“Ruas Randublatung-Getas hanya akan dilakukan pemeliharaan rutin karena secara umum sudah tuntas dibangun. Hanya ada beberapa titik yang perlu diperbaiki,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Blora juga mengusulkan Program Inpres Jalan Daerah (IJD) kepada pemerintah pusat dengan nilai mencapai Rp100 miliar. Usulan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan di tingkat kementerian dan DPR RI.
“Insya Allah tahun ini kita ajukan. Saat ini masih dalam proses pembahasan,” tambahnya.
Selain sektor jalan, Dinas PUPR Blora juga menyiapkan sejumlah program lain, termasuk penanganan banjir di wilayah Cepu serta perencanaan pembangunan infrastruktur strategis lainnya guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (khan/red)