Banjarnegara, INFOMURIA – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa Bagian Tengah terus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui Program Rumah Baca Purnama di Kabupaten Banjarnegara. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut dikembangkan sebagai ruang belajar yang inklusif sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif yang berkelanjutan.
Rumah Baca Purnama tidak hanya menyediakan akses terhadap bahan bacaan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas belajar yang melibatkan anak-anak, pelajar, relawan, komunitas literasi, serta masyarakat umum. Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan secara rutin, program ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca, memperluas akses pengetahuan, dan mendorong tumbuhnya budaya belajar di tengah masyarakat.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana, penyelenggaraan kegiatan literasi, hingga pendampingan dan evaluasi secara berkala. Pendekatan tersebut menjadikan Rumah Baca Purnama sebagai ruang pembelajaran yang terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Manager PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Purwokerto, Ary Gemayel, mengatakan bahwa keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak diukur dari pembangunan fasilitas semata, melainkan dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Rumah Baca Purnama kami dorong agar terus hidup sebagai ruang belajar bersama. Yang terpenting bukan hanya tersedianya fasilitas, tetapi bagaimana masyarakat memanfaatkannya untuk meningkatkan pengetahuan, memperkuat budaya literasi, dan membuka peluang pengembangan diri melalui kegiatan yang berkelanjutan,” ujar Ary.
Komitmen tersebut mendapat pengakuan melalui ENSIA Award pada tahun 2025, penghargaan nasional yang diberikan kepada perusahaan atas pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang inovatif, berdampak, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pendekatan pemberdayaan yang dijalankan PLN memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Handy Wihartady, mengatakan bahwa penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat.
“Bagi PLN, keberhasilan program TJSL diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Rumah Baca Purnama menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat mampu menciptakan ruang belajar yang berkelanjutan. Pengakuan yang kami terima menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Handy.
Ke depan, PLN UIT Jawa Bagian Tengah akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan program-program pemberdayaan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).