Inovasi Perlindungan Anak,17 Desa di Rembang Jadi Pilot Project Integrasi Layanan Primer

Rembang-Infomuria.com-Sebanyak 17 desa di Kabupaten Rembang menjadi pilot project Integrasi Layanan Primer (ILP), sebuah bagian dari upaya perlindungan anak di bidang kesehatan. Kickoff penerapan program untuk meningkatkan cakupan dan jangkauan intervensi layanan primer dimulai sejak 1 April lalu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rembang, Afan Martadi, menjelaskan bahwa ILP merupakan kegiatan pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memperkuat layanan di wilayah desa/kelurahan, yang sebelumnya hanya tersedia di tingkat Puskesmas.

“Keterlibatan tidak hanya tenaga kesehatan (nakes) tetapi juga melibatkan komponen masyarakat termasuk PKK dan tokoh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan, baik kesehatan anak maupun orang tua,” jelasnya.

Melalui ILP, pemetaan kondisi, data, dan permasalahan yang ada di tengah masyarakat dapat diidentifikasi lebih jelas, yang akan membantu dalam pembuatan kebijakan yang tepat dalam bidang kesehatan.

Sementara itu, Kepala Kantor UNICEF Wilayah Jawa, Arie Rukmantara, mengungkapkan bahwa PKK dan Puskesmas merupakan dua praktik terbaik yang diterapkan di Indonesia dan diperkenalkan ke dunia. Banyak negara, terutama dari Afrika dan Asia Selatan datang ke Indonesia untuk mempelajarinya.

“Mereka belajar tentang Puskesmas. Puskesmas bukan hanya tentang keberhasilannya, tetapi juga tentang sistem layanannya yang tidak efektif tanpa kader PKK,” ujarnya.

Menurutnya, kader PKK merupakan garda utama yang bisa menjangkau screening kesehatan hingga ke tingkat RT/RW, menjadikan PKK sebagai praktik terbaik yang diperkenalkan ke dunia.

“Kita bisa melakukan screening kesehatan dari tingkat RT/RW. PKK merupakan salah satu penggerak sistem perlindungan anak utamanya di bidang kesehatan,” pungkasnya.

Sumber : Humas Pemkab