Rembang-Infomuria.com-Bupati Rembang Abdul Hafidz meresmikan embrio sentra kuliner, Selasa (12/12). Tempat yang berlokasi di bekas bioskop Era di barat perempatan Jaini itu digadang menjadi sentra kuliner yang menjual aneka ragam makanan khas Rembang siap saji.

Terdapat tujuh stand yang diisi berbagai produk UMKM Rembang, mulai es dawet siwalan sampai dengan lontong tuyuhan.

Bupati Hafidz mengatakan teras PLN ini menjadi embrio pengembangan UMKM, terutama di wilayah Rembang Kota. Pihaknya akan meneruskan pembangunan sentra kuliner yang berada di bagian timur.

“2024 akan kami anggarkan untuk menyelesaikan atau menyempurnakan pusat kuliner khas Rembang ini. Sehingga masyarakat dari dalam maupun luar daerah ini bisa mampir berkunjung di sini, ” tuturnya.

Ia yakin jika penjual makanan khas Rembang mempunyai tempat yang tersentral akan menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat dengan mudah memilih menu masakan khas Kota Garam ini.

Hafidz menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melengkapi fasilitas toilet di sentra kuliner ini. Sehingga pengunjung bisa lebih merasa nyaman.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M.Mahfudz menambahkan sebelumnya di lokasi itu ada 15 pertokoan dengan tujuh orang pemilik. Namun sekarang pihaknya hanya memperbolehkan satu pedagang satu lapak.

“Dari 15 kios ini , dulu yang punya ada 7. Sekarang satu orang kami berikan satu tempat, walaupun dulu punya 2 , punya 3 , agar ada pemerataan, ” jelasnya.

Ia berharap nantinya kios -kios di sentra kuliner ini bisa menjual bermacam masakan khas Rembang. Seperti sayur mrico, mangut ,  sate serepeh, lontong tuyuhan dan minuman kawis, siwalan serta kopi.

Sementara itu Manager PT PLN Persero  UPT Semarang Novrizal Erdiansyah menuturkan, langkah lebih lanjut menunggu pertemuan dengan Dindagkop dan UKM Rembang. Harapannya BUMN ini bisa membantu pengembangan sentra kuliner ini.

“TJSL ini tiga tahun berturut – turut PLN bertemu dengan Dindagkop dan UKM, alhamdulillah kata Bupati menjadi embrio sentra kuliner. Kami menunggu proposal dari dinas perdagangan ini kami coba evaluasi lagi, mudah-mudahan bisa berkelanjutan agar manfaatnya bisa lebih besar lagi, ” pungkasnya. 

Sumber : Humas Pemkab

Back To Top