Jepara-Infomuria.com-Pameran furnitur atau mebel berskala internasional, Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) kembali digelar di Kabupaten Jepara. Tahun 2024 ini, ajang yang diselenggarakan secara hibrida oleh konsorsium Jepara Gerak itu masuk edisi kedua. Setelah sukses membukukan transaksi cukup besar di tahun 2023 kemarin.

Ajang JIFBW edisi kedua direncanakan mulai berlangsung 26 Februari sampai 11 Maret 2024 mendatang. Tema yang diusung adalah “Where Elegancy Meets Craftsmanship”. Pemerintah Kabupaten Jepara pun kembali memastikan dukungannya. Komitmen tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati H. Edy Supriyanta kala menerima audiensi panitia pelaksana JIFBW, di ruang Commander Center Setda Jepara.

“Prinsip kami mendukung,” kata Pj. Bupati Jepara, Selasa (16/1/2024). Didampingi Asisten II Sekda Jepara, dan Kepala Disperindag Kabupaten Jepara, beserta para pejabat teras di lingkungan Pemkab Jepara.

Selain memastikan dukungan, dia minta agar ada konsep bisnis yang diusung nanti bisa diperluas. Tak sekadar furnitur, tapi juga bisa memicu efek berganda positif pada sektor-sektor lainnya. Salah satunya mendorong pertumbuhan industri pariwisata melalui aktivitas kunjungan wisatawan. Termasuk ada penawaran diskon saat JIFBW berlangsung. “Undang tamu-tamu dari luar daerah saat peluncuran nanti, biar mereka bisa melihat secara langsung produk dan potensi-potensi lain yang ada di Jepara,” ujarnya.

Ketua panitia pengarah (steering committee) JIFBW 2024 Muhammad Jamhari, menyampaikan konsorsium penyelenggara pameran ini merupakan gabungan asosiasi di Jepara. Baik yang bergerak pada mebel maupun sektor lain. “Di sini ada Apindo, HIMKI, Asmindo, APKJ, BPC Hipmi, Asepi juga tergabung di sana,” terangnya.

Sementara terkait penyelenggaraan pameran tahun ini masih mengusung sistem hibrida. Calon pembeli bebas memilih tujuan galeri langsung, atau lewat situs web di alamat jifbw.com.

Terdapat empat paket klasifikasi peserta pameran yang ditawarkan. Tertinggi adalah paket diamond, diikuti platinum, lalu paket gold, silver, dan bronze. Biaya kontribusi tiap paket berbeda, begitu pula keuntungan yang diperoleh. Paket bronze yang dulu gratis, kini dibanderol Rp500 ribu. Kompensasi untuk peserta kategori ini hanya sebatas nama dan profil singkat perusahaan ke dalam situs web. “Kemarin yang ikut gratisan ada beberapa perusahaan dengan kualifikasi lumayan besar. Keuntungan yang Rp500 ribu ini mereka tidak kita hapus setelah satu bulan,” kata Jamhari.

Sedangkan untuk paket baru, yakni diamond senilai Rp15 juta. Kompensasinya selain nama perusahaan peserta terdaftar di dalam website, juga memperoleh pataka JIFBW. Ada pula keuntungan penayangan showroom secara virtual, tampilan 15 foto produk, dan dapat tanda lokasi usaha pada peta di situs web. Ditambah lagi alokasi unggahan khusus untuk tayang di sosial media JIFBW.

Berikutnya biaya untuk paket platinum senilai Rp3 juta, paket gold Rp2 juta, dan paket silver Rp1 juta. Semakin tinggi paket kontribusi, kompensasi yang diperoleh peserta juga banyak. “Hasil pendapatan ini akan dikembalikan dalam bentuk belanja modal, untuk memperkuat pameran ini ke depan semakin baik,” tuturnya.

Mengenai jadwal resmi pelaksanaan pameran mebel ini, kata Jamhari, telah disesuaikan saat para pemain mebel mancanegara mengadakan perjalanan antar-benua. Perilaku mereka biasanya akan mendatangi beberapa pameran sekaligus. Karenanya, pihaknya merangkaikan JIFBW ke dalam sirkuit pameran furnitur di Asia. Seperti CIFF di China, VIFA EXPO di Vietnam, EFE dan MIFF di Malaysia, IFEX di Jakarta, dan JIFFINA di Yogyakarta. “Tahun ini kita adakan di antara 26 Februari sampai 11 Maret untuk resminya, itu berkaitan dengan sirkuit yang ada di Asia untuk pameran-pameran internasional,” tuturnya.

Di samping pameran sebagai kegiatan utama, rencananya juga ada berbagai acara pendukung. Seperti parade motor antik, karnaval karya mebel terbaik, lomba desain mebel internasional, serta lomba ukir kayu. 

Sumber : Humas Pemkab

Back To Top