CILACAP, INFOMURIA – Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila yang sarat dengan nilai persatuan, gotong royong, dan pengabdian kepada bangsa, PT PLN (Persero) terus menerjemahkan semangat tersebut melalui kerja nyata menjaga keandalan pasokan listrik nasional. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penggantian isolator pecah pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Pedan–Kesugihan yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (1/6/2026).
Sebagai bagian dari tulang punggung sistem transmisi Jawa-Bali, jalur SUTET 500 kV Pedan–Kesugihan memiliki peran strategis dalam menyalurkan energi listrik lintas wilayah. Keandalannya menjadi faktor penting untuk memastikan pasokan listrik tetap aman bagi masyarakat, sektor bisnis, maupun industri yang menjadi penggerak perekonomian nasional.
Dalam kegiatan tersebut, PLN UPT Purwokerto melakukan penggantian isolator yang mengalami kerusakan fisik akibat pecah. Tindakan preventif ini dilakukan setelah melalui serangkaian inspeksi dan evaluasi kondisi aset transmisi guna mencegah potensi gangguan yang dapat memengaruhi kontinuitas penyaluran tenaga listrik.
Manager PLN UPT Purwokerto, Ary Gemayel, menjelaskan bahwa isolator merupakan salah satu komponen vital dalam sistem transmisi tegangan ekstra tinggi yang berfungsi menjaga jarak isolasi antara penghantar listrik dan konstruksi menara transmisi.
“Isolator memiliki fungsi penting untuk menjaga sistem tetap aman dan andal. Ketika ditemukan kondisi pecah atau retak, risiko terjadinya gangguan akan meningkat, terutama pada saat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, penggantian dilakukan secara terencana dan sesuai standar pemeliharaan guna menjaga performa peralatan serta memastikan penyaluran daya pada jalur SUTET 500 kV Pedan–Kesugihan tetap optimal,” ujar Ary.
Menurut Ary, PLN terus memperkuat strategi pemeliharaan berbasis kondisi melalui inspeksi rutin, pemanfaatan teknologi monitoring, serta analisis kesehatan aset. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendeteksi potensi gangguan lebih awal sehingga keandalan sistem dapat terus terjaga.
Pelaksanaan pekerjaan juga dilakukan dengan menerapkan budaya keselamatan kerja secara ketat. Seluruh personel yang terlibat memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai prosedur guna menjamin keamanan pekerja maupun keandalan sistem kelistrikan selama proses pemeliharaan berlangsung.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Handy Wihartady, menilai bahwa momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh insan PLN untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal dan berkelanjutan.
“Pancasila mengajarkan nilai pengabdian, tanggung jawab, dan semangat melayani. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi bagi insan PLN dalam menjalankan tugas menjaga sistem kelistrikan nasional. Setiap pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan bukan sekadar aktivitas teknis, tetapi bentuk komitmen dan dedikasi untuk memastikan masyarakat dapat menikmati listrik yang andal demi mendukung kehidupan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi,“ kata Handy.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan menjaga keandalan sistem transmisi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi dan kualitas infrastruktur, tetapi juga oleh kompetensi serta integritas sumber daya manusia yang menjalankannya.
Melalui penggantian isolator pada jalur SUTET Pedan–Kesugihan ini, PLN kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan jaringan transmisi sebagai infrastruktur vital ketenagalistrikan nasional. Dengan sistem yang terpelihara secara optimal, PLN siap memastikan pasokan listrik tetap andal untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Di Hari Lahir Pancasila, pengabdian tersebut hadir dalam bentuk kerja nyata di lapangan. Sebab bagi PLN, menjaga setiap komponen jaringan tetap berfungsi dengan baik berarti menjaga terang yang menyatukan jutaan aktivitas masyarakat di seluruh penjuru negeri. (hms)