Kudus (INFOMURIA) – Tradisi pembagian nasi Buka Luwur di kompleks Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, kembali digelar sebagai puncak rangkaian acara Buka Luwur Sunan Kudus tahun 2026. Sebanyak 34.000 bungkus nasi disediakan untuk masyarakat dalam kegiatan tersebut.
“Jumlah nasi Buka luwur yang disediakan setiap tahunnya ada perbedaan, karena disesuaikan dengan jumlah hewan ternak yang disembelih dan beras bantuan dari masyarakat luas. Sedangkan tahun ini sebanyak 34.000 bungkus lebih,” kata Juru Bicara Panitia Buka Luwur Sunan Kudus Denny Nur Hakim di Kudus, Kamis.
Seluruh rangkaian kegiatan Buka Luwur merupakan bentuk keteladanan masyarakat Kudus terhadap ajaran Sunan Kudus yang berjasa menyebarkan agama Islam serta mendirikan Kota Kudus. Tradisi ini menjadi wujud kebersamaan dan gotong-royong masyarakat dengan pendanaan yang bersumber dari sedekah warga berupa uang, beras, kain, serta hewan ternak.
Tahun ini, panitia menerima sedekah sebanyak 22 kerbau dan 92 kambing yang kemudian diolah menjadi dua menu khas, yakni uyah asem dan masakan jangkrik.
“Pada tanggal 9 Muharam 1448 Hijriah, hewan sedekah tersebut diolah menjadi dua menu masakan yaitu uyah asem dan masakan jangkrik. Keduanya merupakan menu yang identik dengan tradisi Buka Luwur Sunan Kudus,” ujar Denny.
Denny menjelaskan bahwa 34.000 bungkus nasi yang dibagikan berisi menu uyah asem agar nasi lebih tahan lama saat didistribusikan ke berbagai wilayah.
“Kalau yang dibagikan kepada masyarakat menu masakan jangkrik yang berkuah, tentu nasi akan lebih cepat basi. Karena itu yang dibagikan berupa nasi dengan lauk uyah asem,” jelasnya.
Distribusi nasi telah dilakukan sejak dini hari sebelum subuh ke berbagai wilayah di Kabupaten Kudus. Tradisi Buka Luwur yang diselenggarakan setiap 10 Muharam ini merupakan ritual untuk menandai penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.
Karsani, warga Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, mengaku telah mengantre sejak habis Shalat Subuh bersama keluarga untuk mendapatkan nasi Buka Luwur tersebut.
Setelah mendapatkan nasi Buka Luwur, Karsani langsung mengonsumsinya bersama warga lain sebagai sarapan pagi.
“Saya mengakui setiap tahun ikut antre mendapatkan nasi Buka Luwur, dengan harapan mendapatkan berkah karena sebelumnya juga didoakan para kiai di kompleks Menara Kudus,” tutur Karsani. (EKO/RED)