850 Pekerja Mebel Jepara Terima Kartu Jaminan Sosial

Jepara (INFOMURIA) – Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mendistribusikan sebanyak 850 kartu mebel Jepara kepada para pekerja sektor mebel dari total 1.500 kartu yang disiapkan. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan industri mebel dan ukir.

“Kegunaan kartu mebel Jepara ini untuk memastikan para pekerja tercover BPJS, baik BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan maupun jaminan hari tua. Dengan begitu mereka tidak kesulitan dan mendapatkan hak yang sama,” kata Bupati Jepara Witiarso Utomo di Jepara, Senin (22/6/2026).

Selain perlindungan sosial, Pemkab Jepara mengintegrasikan kartu tersebut dengan berbagai program pendidikan. Pemegang kartu beserta keluarganya diprioritaskan mengakses bantuan pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Bagi keluarga pekerja mebel yang masuk kategori desil 1 dan 2, anak-anak mereka akan diprioritaskan untuk masuk Sekolah Rakyat, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Pemkab Jepara juga terus memperkuat daya saing industri mebel dan ukir melalui pelatihan inovasi produk berbasis ornamen ukir serta pemanfaatan limbah kayu. Program ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan industri unggulan daerah.

“Jepara dikenal berbagai penjuru dunia sebagai the world carving center. Tapi jangan kemudian terlena hanya dengan menjaganya. Kita juga harus terus mengembangkannya agar mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Witiarso.

Industri mebel dan ukir dipandang sebagai warisan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan. Perubahan pasar yang cepat menuntut pelaku usaha menghadirkan produk berkualitas, inovatif, ramah lingkungan, dan berakar budaya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor industri pengolahan masih berkontribusi terbesar pada perekonomian Jepara dengan 33,61 persen terhadap PDRB pada 2025. Pertumbuhan ekonomi Jepara mencapai 5,41 persen.

Sektor industri di Jepara menyerap sekitar 338.799 tenaga kerja. Khusus sektor furnitur, terdapat 892 perusahaan dengan nilai investasi lebih dari Rp1,17 triliun dan menyerap 8.259 tenaga kerja.

Komoditas furnitur kayu menjadi andalan ekspor Jepara dengan nilai mencapai sekitar 197 juta dolar AS pada 2025, dipasarkan ke 114 negara.

Sebagai dukungan, Pemkab Jepara menyiapkan program unggulan Jepara Mulus, termasuk Festival Ukir Internasional, pengembangan Museum Ukir Nusantara, Pasar Mebel Jepara, UMKM Naik Kelas, dan Kartu Mebel Jepara.

Pemkab Jepara juga memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor mebel dan ukir.

“Bagi saya, kemajuan industri mebel tidak hanya diukur dari nilai ekspor, tetapi juga dari kesejahteraan para pekerja yang berada di belakang setiap produk yang dihasilkan,” pungkas Witiarso. (HMS)