Kudus, INFOMURIA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti pada 03/01/2026 mengungkapkan pemerintah berencana menambah perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif untuk setiap sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan program digitalisasi pendidikan di Indonesia.
Abdul Mu’ti menyatakan bahwa rencana penambahan tiga unit IFP untuk masing-masing sekolah akan membuat total empat unit IFP tersedia di setiap institusi pendidikan. Fasilitas ini diharapkan dapat mempermudah guru dalam proses pembelajaran, menghilangkan ketergantungan pada kapur tulis dan papan konvensional, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa.
“Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik. Guru juga lebih terbantu dalam menyampaikan materi,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan bahwa program digitalisasi pendidikan merupakan salah satu prioritas Presiden RI yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah.
IFP, sebagai perangkat all-in-one, berfungsi ganda sebagai monitor, komputer, dan papan tulis digital interaktif. Keunggulannya adalah kemampuan untuk beroperasi tanpa koneksi internet, dengan materi pembelajaran yang dapat diunduh melalui kanal Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan. Pengadaan IFP ini didukung oleh dasar hukum yang kuat, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) dan Keputusan Bersama Presiden (Barpres).
Di Kabupaten Kudus, salah satu penerima manfaat adalah SMK Negeri 1 Kudus. Kepala sekolah, Aris Budiono, memberikan apresiasi atas dampak positif IFP. “Media pembelajaran ini sangat membantu guru dalam mengajar dan membuat siswa lebih mudah memahami materi. Bahkan hasil pembelajaran dapat langsung dibagikan melalui media sosial,” jelas Aris.
Pemerintah berharap, dengan hadirnya IFP di setiap sekolah, kualitas pendidikan akan terus meningkat dan sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. (aklis/red)