Semarang (INFOMURIA) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengandalkan strategi pengembangan pariwisata yang fokus pada keterpaduan antarwilayah atau aglomerasi, serta penguatan potensi desa wisata. Langkah ini bertujuan untuk mendongkrak sektor pariwisata dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami punya aglomerasi wisata Kopeng, Borobudur, sama Rawapening. Kita punya seribu desa wisata,” ujar Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang pada Kamis (08/01/2026).
Gubernur Luthfi menjelaskan bahwa Jateng memiliki keunggulan komparatif melalui pengembangan kawasan aglomerasi pariwisata yang terintegrasi, seperti Kopeng dan Rawapening di Kabupaten Semarang, serta kawasan Borobudur di Kabupaten Magelang. Selain itu, desa wisata berperan sebagai tulang punggung untuk pemerataan ekonomi di sektor pariwisata.
Menurut Luthfi, pengembangan kawasan aglomerasi dan desa wisata telah memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata daerah. “Salah satu upaya untuk menaikkan PAD kita di antaranya adalah dengan memperkuat dan memperbanyak objek wisata,” tambahnya.
Pengembangan desa wisata dilakukan secara bertahap, mendorong desa-desa yang awalnya berskala lokal untuk naik kelas menjadi destinasi regional, bahkan internasional. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota telah meresmikan desa-desa wisata ini melalui surat keputusan kepala daerah, yang menjadi dasar pembinaan dan pengembangan lebih lanjut.
Selain daya tarik wisata alam dan sejarah, Pemprov Jateng juga berupaya mendiversifikasi produk pariwisata guna memperluas segmen pasar. Inisiatif ini mencakup pengembangan wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata ramah Muslim. “Hal ini menjadi bagian dari strategi penguatan daya saing pariwisata Jawa Tengah,” kata mantan Kapolda Jateng itu.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hasil positif dari strategi ini. Pada tahun 2024, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jateng mencapai 68,88 juta orang, meningkat 22 persen dari tahun sebelumnya. Kunjungan wisatawan mancanegara juga mengalami kenaikan 28 persen, mencapai 593.168 orang.
Berbagai destinasi unggulan di Jateng, seperti Masjid Syeikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, serta kawasan Borobudur dan Dieng, terus menjadi magnet utama yang menarik kunjungan wisatawan. (humas /red)