BLORA (INFOMURIA) – Fenomena tanah bergerak di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, semakin meluas. Rekahan baru kini muncul di wilayah terdampak, hanya berjarak sekitar satu meter dari rekahan lama yang sebelumnya terbentuk.
Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong, pada Jumat (02/01/2026) menjelaskan bahwa pergerakan tanah ini menyebabkan penurunan permukaan tanah di beberapa titik dengan kedalaman bervariasi antara 40 hingga 50 sentimeter. “Bahkan di beberapa lokasi, penurunan terjadi di area yang sebelumnya tidak terdampak. Kini meluas hingga ke permukiman warga,” ujarnya.
Dampak dari pergerakan tanah ini telah merusak sedikitnya tiga rumah dan kandang ternak, dengan dua rumah mengalami kerusakan paling parah. Salah satu rumah bahkan mengalami penurunan tembok hingga sekitar 50 sentimeter. Panjang area terdampak diperkirakan mencapai 200 meter, dan kini pergerakan meluas ke sisi-sisi lain, termasuk ke arah permukiman warga.
Peniwati, seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa selama sebulan terakhir ia harus menguruk bagian belakang dapur rumahnya seluas 7×5 meter menggunakan satu unit mobil colt dan satu truk material. Warga lain, Nur Hidayah, juga melaporkan tanah di sekitar rumahnya amblas sepanjang 6 meter dan lebar 4 meter. Sementara Sahid mengalami dampak serupa pada lahan miliknya seluas 12×9 meter.
Warga setempat mengenang bahwa peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 1998, di mana tanah ambles hingga kedalaman sekitar 2 meter. Saat ini, kondisi tanah tidak bergeser ke arah sungai, melainkan ambles secara vertikal ke bawah, menyebabkan lantai rumah warga retak-retak. Penurunan tanah terjadi hampir setiap hari, sekitar 2-3 sentimeter, dan dapat mencapai 5 sentimeter saat hujan deras.
Sahid berharap, “Semoga pemerintah desa bersama instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan serta kajian teknis untuk memastikan penyebab pergerakan tanah dan menentukan langkah penanganan yang tepat.”
Menanggapi keluhan warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana akan menindaklanjuti. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Blora, Surat, menyatakan bahwa inspeksi lapangan direncanakan akan dilakukan pekan depan bersama BBWS Pemali Juana. Surat juga menambahkan bahwa pihak desa belum menyampaikan laporan resmi terkait kejadian tersebut kepada Dinas PUPR Kabupaten Blora. (ron/red)