Bupati Arief Rohman Turun Langsung, Ikut Uruk Jalan Rusak Bersama Warga Tiga Desa Jiken

Blora-Infomuria.com-Pemerintah Kabupaten Blora langsung merespon cepat aksi warga tiga desa (Bleboh, Janjang, Nglebur) Kecamatan Jiken yang menuntut perbaikan jalan Cabak-Bleboh pada Rabu (2/4/2025) kemarin.

Pemkab Blora, Jumat (4/4/2025) menurunkan 20 truck grosok, dengan dikawal Bupati Blora, Dr. H Arief Rohman langsung.

Bupati Blora Arief Rohman datang ke lokasi dan ikut menguruk pedel bersama warga tiga desa yang hadir di lokasi.

Bupati juga menyempatkan koordinasi dengan perwakilan warga berdiskusi ringan di lokasi.

“Saya bersama perwakilan anggota DPRD,forkompimcam, dan masyarakat tiga desa melakukan pengurukan diruas jalan Cabak- Nglebur- Bleboh. Kita berkomitmen untuk memenuhi aspirasi masyarakat bahwa ruas cabak menuju bleboh ini menjadi ruas prioritas yang akan kita selesaikan untuk kita bangun karena ini perbatasan dengan Bojonegoro Jawa Timur,” jelas Bupati didampingi Forkompimcam Jiken.

Mas Arief yang hadir kelokasi dengan menggunakan sarung dan sandal jepit ini menjelaskan bahwa tahun kemarin, ruas jalan ini memang sudah akan mendapatkan inpres jalan.
Namun dipertengahan jalan dua ruas prioritas jalan yang diusulkan hanya satu yang di ACC dan ternyata yang di ACC yang ruas Getas.

“Ini kami sedang berupaya dan ini sudah berkomunikasi dengan pak gubernur juga dan sudah melaporkannya bahwa kita akan ada penanganan sementara sambil nanti kita percepat proses lelangnya agar segera kita tangani, jadi skemanya nanti dari anggaran kabupaten dan anggaran provinsi juga kami ajukan yang kita harapkan segera kita tuntaskan juga,” terangnya.

Terkait status jalan, Bupati mengaku jalur ini masih berstatus jalur perhutani. Oleh sebab itu kami minta Dinas terkait untuk segera mengclearkan dengan perhutani.

“Saya cek terakhir sebenernya ini jalan perhutani, kami minta Dinas terkait untuk mengclearkan ya karena PKS dengan perhutani harus ada perpanjangan, karena kawasan ini kawasan hutan, jadi yang lewat sini ada truk truk perhutani, dan sebagainya jadi status jalan masih jalan perhutani yang kerjasama dengan pemkab untuk kita bangun dari Pemkab,” tuturnya.

Terkait aksi warga yang menanam pohon pisang dijalan bupati berharap warga masyarakat bisa sabar sebab memang jalan ini sudah dianggarkan untuk tahun ini.

“Ya wajar namanya masyarakat, jadi kita tanggapi baik saja, tentunya kita berharap teman teman semua bisa sabar, kita perhatian untuk jalan ini tapi, butuh waktu proses waktu lelang dan lainnya,” terangnya.

“Kita anggarankan Rp6 Miliar untuk tahun ini tapi kita juga cari skema lain agar segera tuntas,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga Ngeblur Said berterima kasih adanya tangapan dari pihak Pemkab dengan menurunkan pedel di lapangan ini.

“Namun kami juga minta kejelasan rencana pembangunan dengan kualitas yang baik sehingga tidak menjadi kejenuhan bagi masyarakat seperti yang tahun tahun lalu,” ucapnya.

“Menurut informasi ada 20 truk grosok yang diturunkan, ini kerusakan sektisra 8-10 kemungkinan 20 truk tidak cukup namun nanti kami harap juga nanti bisa bertahap lagi,” terangnya.

Ngatmin perwakilan tiga desa juga mengucapkan terima kasih respon cepat dari Pemkab dengan kedatangan pedel grosok pada hari ini.

“Semoga pembangunan ruas jalan cabak – nglebur hingga bleboh ini bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Sumber : Humas Pemprov