Pati, Infomuria.com – Rencana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggalang armada bus untuk mengangkut massa ke Jakarta mendapat jawaban tegas dari Pemerintah Kabupaten Pati.Bukan bus yang didapat. Bukan pula bantuan operasional.
Permohonan itu justru diminta diabaikan.
Hal tersebut terungkap setelah Camat Margorejo, Arif Fadhillah, mengaku telah mendapat petunjuk langsung dari Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026), Arif mengatakan dirinya sempat dihubungi langsung oleh Risma melalui sambungan telepon. Pembicaraan itu menyangkut surat permohonan AMPB yang sebelumnya meminta dukungan armada untuk aksi demonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus mendatang.
Pesannya singkat. “Karena anggaran kecamatan tidak ada, diminta diabaikan saja.”
Dengan kalimat itu, setidaknya untuk Kecamatan Margorejo, pintu bantuan pemerintah untuk keberangkatan massa AMPB ke Jakarta praktis tertutup.
Permintaan AMPB sebenarnya cukup sederhana: membantu menyediakan transportasi bagi warga Pati yang hendak mengikuti aksi nasional di Jakarta.
Namun di sinilah persoalannya menjadi menarik. Sebab yang diminta bukan sekadar bantuan dari individu atau kelompok masyarakat. AMPB mendatangi kantor kecamatan dan mengajukan permohonan bantuan armada. Padahal, menurut Camat Margorejo, tidak tersedia anggaran kecamatan untuk membiayai kegiatan tersebut.
Maka ketika surat itu sampai di meja camat, persoalannya bukan lagi sekadar “ada bus atau tidak ada bus”. Ada pertanyaan yang lebih mendasar: bolehkah anggaran pemerintah digunakan untuk membiayai keberangkatan massa sebuah organisasi ke aksi demonstrasi?Pemerintah Kecamatan Margorejo memilih tidak mengambil risiko.