Pati, Infomuria.com – Kabar baik bagi ratusan ribu masyarakat di wilayah eks-Karesidenan Pati. Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Pati mulai menyalurkan bantuan pangan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Tak tanggung-tanggung, bantuan tersebut menyasar 658.098 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di lima kabupaten, yakni Pati, Kudus, Jepara, Rembang, dan Blora.
Karena bantuan tiga bulan disalurkan sekaligus, masing-masing penerima mendapatkan 30 kilogram beras.
Artinya, total beras yang digelontorkan Bulog untuk program tersebut mencapai sekitar 19,7 juta kilogram.
Pati Dapat Jatah Terbesar
Kabupaten Pati menjadi daerah dengan jumlah penerima sekaligus alokasi beras terbesar dalam penyaluran kali ini.
Di Pati tercatat 181.056 PBP dengan total bantuan mencapai 5.431.680 kilogram beras.
Selanjutnya Kabupaten Jepara sebanyak 152.582 PBP dengan alokasi 4.577.460 kilogram, Blora 134.185 PBP dengan 4.025.550 kilogram, Rembang 96.531 PBP dengan 2.895.930 kilogram, serta Kudus 93.744 PBP dengan 2.812.320 kilogram beras.
Pemimpin Perum Bulog Kancab Pati, Ashville Nusa Panata, mengatakan penyaluran kali ini memiliki perbedaan dibandingkan bantuan pangan pada periode sebelumnya.
Hal itu disampaikan Ashville saat melakukan monitoring penyaluran bantuan pangan di Desa Muktiharjo, Kabupaten Pati.
“Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September ini setiap PBP menerima 10 kilogram beras per alokasi. Berbeda dengan alokasi sebelumnya, di mana PBP menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng,” kata Ashville.
Dengan penyaluran tiga alokasi sekaligus, penerima bantuan kini mendapatkan total 30 kilogram beras.
Margorejo Salurkan 151.860 Kilogram Beras
Penyaluran bantuan juga berlangsung di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati.
Di Kecamatan Margorejo, misalnya, tercatat 5.062 PBP yang mendapatkan bantuan dengan total alokasi mencapai 151.860 kilogram beras.
Untuk Desa Margorejo terdapat 341 PBP, sedangkan Desa Muktiharjo sebanyak 643 PBP.
Jika digabung, dua desa tersebut mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 29.520 kilogram beras.
Bulog memastikan penyaluran tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah. Proses dropping dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah disepakati bersama pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan.
“Penyaluran bantuan pangan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perum Bulog,” ujar Ashville.
Bagi masyarakat di desa yang belum menerima bantuan, Bulog memastikan penyaluran akan segera dilakukan sesuai jadwal.
“Bagi warga desa lain yang belum menerima, akan segera dilakukan dropping sesuai jadwal salur yang sudah disepakati,” imbuhnya.
Diharapkan Bantu Tekan Beban Masyarakat
Ashville berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, khususnya beras, di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian.
Selain membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, penyaluran bantuan pangan juga diharapkan ikut menjaga ketersediaan pasokan sekaligus stabilitas harga pangan di wilayah eks-Karesidenan Pati.
Dengan total hampir 20 juta kilogram beras yang disalurkan dalam tiga alokasi sekaligus, program ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.(*)